Selamat Datang Semoga Bermanfaat!
Tampilkan postingan dengan label Motif Ukir dari Hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motif Ukir dari Hewan. Tampilkan semua postingan

Senin, September 24


Ruso Balari Dalam Ransang

Motif Ukir Ruso Balari Dalam Ransang


Ruso balari berarti rusa yang sedang berlari. Sedangkan ransang adalah semak belukar dan patahan rerantingan kayu.

Motif ini adalah gambaran betapa susahnya seekor rusa untuk dapat menyelamatkan diri atau keluar dari ransang yang menghambat. Kondisi tersebut merupakan perumpamaan seseorang yang dalam mencapai tujuan akan menghadapi segala hambatan dan rintangan dengan kemauan yang kuat dengan tetap menyadari/ memahami kondisi dirinya sendiri.

Sabtu, April 14

Ramo-Ramo Si Kumbang Janti

Ramo-ramo /rama-rama adalah kupu-kupu dalam bahasa Minangkabau. Sedangkan kumbang janti adalah kumbang kecil berwarna hijau mengkilat. Kedua binatang ini merupakan serangga yang terlihat indah dan tidak merusak baik terhadap dirinya maupun terhadap kehidupan manusia.

Motif ramo- ramo si kumbang janti didasari kat-kata adat berikut:
Ramo-ramo si kumbang janti,      Rama-rama si kumbang janti,
Katik Endah pulang bakudo,         Kaitik Endah pulang berkuda,
patah tumbuah hilang baganti,     patah tumbuh hilang berganti,
pusako lamo baitu juo.                   pusaka lama seperti itu juga.
Maksud kata-kata adat di atas adalah bahwa pusaka Minangkabau tidak berubah dari dulu hingga sekarang, walaupun orang yang menjalankan pusaka adat tersebut sudah berganti dari satu generasi ke generasi berikutnya.


Kuciang Lalok



Salah satu sifat kucing yang tidak baik adalah apabila telah kenyang, maka ia akan tidur saja dan tidak mau berusaha untuk mencari makan.

Motif kuciang lalok (kucing tidur) ini merupakan peringatan agar tidak malas dan berusahalah untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Senin, Maret 19

Limpapeh


Limpapeh adalah serangga yang mirip dengan kupu-kupu, hanya saja tidak memiliki warna yang mencolok. Limpapeh merupakan tafsiran wanita Minangkabau yang mendiami rumah gadang, seperti kata adatnya:
Limpapeh rumah nan gadang,     Limpapeh rumah yang besar,
sumarak anjuang dalam nagari.  semarak anjung dalam nagari /desa.
Motif Ukir Limpapeh
Maksudnya wanita Minang yang mendiami rumah gadang adalah wanita yang dihormati /ditinggikan (anjuang adalah bagian yang ditinggikan pada rumah gadang) dalam desanya. Karena dalam sistem matrilineal wanita / kaum ibu lah yang mewariskan suku kepada keturununnya kelak.

Itiak Pulang Patang



Segerombolan itiak (itik) selalu berjalan menurut induk rombongannya, apabila ada diantara mereka yang jatuh, maka yang lain pun ikut menurut.
Motif Ukir Itiak Pulang Patang
Motif itiak pulang patang (itik yang pulang di sore hari) menggambarkan barisan itik yang berjalan melalui pematang sawah menuju kandangnya, motif ini melambangkan kesepakatan, dan persatuan yang kokoh.

Minggu, Maret 11

Bada Mudiak


Motif Ukir Bada Mudiak

Bada mudiak adalah ikan kecil yang menghadap ke hulu sungai. Bada atau sejenis ikan teri kecil ini kehidupannya selalu berkelompok. Apabila seekor terkejut dan lari ke hulu /depan maka yang lain pun mengikutinya. Dalam kata adatnya:

Bak bada sabondong mudiak,     Ibarat bada sebondong mudik,
bak punai tabang bakawan,         ibarat punai (unggas) terbang berkawan,

Motif ini menggambarkan kehidupan masyarakat yang teratur, selalu kompak dan bersatu sehingga dapat mewujudkan kemajuan yang menjadi tujuan hidup dalam keluarga dan masyarakat.

Sabtu, Maret 10

Ayam Mancotok Dalam Kandang


Motif Ukir Ayam Mancotok dalam Kandang

Motif ayam mancotok dalam kandang (ayam mematuk dalam kandang) melambangkan suatu sifat seseorang yang tidak baik, tidak kreatif baik dalam hal menambah pengetahuan maupun materi. Ia hanya memanfaatkan/ menghabiskan yang telah ada dan tidak berusaha untuk mendapatkannya lagi. Motif merupakan peringatan agar tidak berdiam diri dan jangan hanya menghabiskan apa yang telah tersedia di rumah.