Selamat Datang Semoga Bermanfaat!
Tampilkan postingan dengan label Minangkabau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Minangkabau. Tampilkan semua postingan

Jumat, Agustus 15

E Book Ukiran Tradisional Minangkabau

 

Sekarang Ukiran Minangkabau tersedia dalam bentuk digital gratis dan in sya Allah lebih nyaman..

UTM e-book 👈

selain tampil dengan nyaman seperti membuka lembaran kertas, juga bisa di unduh dan tentunya Gratis..,

atau mau langsung unduh versi pdf juga bisa.., Unduh versi pdf 👈 
Semoga bermanfaat 😁







Jumat, Februari 10

Dasar Bentuk Motif

Ukiran tradisional Minangkabau motifnya diambilkan dari keadaan alam sekitarnya  (flora dan fauna), dan adapula diantaranya yang mengambil motif bentuk makanan seperti saik galamai, belah ketupat, dan ampiang taserak, (lihat lagi bagian ukiran) hal ini terlihat dari objek-objek yang menjadi acuan pada nama-nama motif ukirnya. Beradasarkan sumber-sumber bentuk motif tersebut, motif ukir tradisional Minangkabau dikelompokkan menjadi tiga:

1. Motif Ukir dari Tumbuhan
Motif ukir dari tumbuhan pakis

Sabtu, Februari 4

Pola motif ukir tradisional Minangkabau

Sebelumnya kita telah mengulas dimana saja penerapan motif ukir minangkabau khususnya pada dinding rumah gadang yang ternyata memiliki bagian - bagian dan namanaya masing - masing. Sekarang kita bahas pola yang ada pada ukiran tradisional Minangkabau

Berdasarkan bentuk motif, ukiran tradisional Minangkabau dapat dikelompokkan menjadi lima pola: 
1. Pola satu bentuk
pola satu bentuk pada motif ukir


pola satu bentuk dengan pengulangan
2. Pola satu arah
Contoh motif ukir yang memiliki pola satu arah

Senin, Januari 30

Penerapan Ukiran

Ukiran pada umumnya diterapkan pada bangunan seperti mesjid, balai adat, dan rumah gadang sebagai pemempatan utamanya. Selain pada bangunan, ukiran juga diterapkan pada benda/ peralatan sehari-hari yang terbuat dari berbagai bahan dasar seperti kayu, buah labu yang telah dikeringkan dan lain-lain.

Penerapan ukiran pada suatu benda tidaklah sama dengan penerapan ukiran pada rumah gadang. Ukiran rumah gadang pada umumnya jenis ukiran bidang besar dengan teknik timbul, sedangkan ukiran untuk benda/ peralatan sehari-hari pada umumnya motif bidang kecil dengan teknik ukir datar sesuai dengan benda dan bahannya, sehingga menambah keindahan benda tersebut.

Motif ukiran yang diterapkan pada suatu benda pada umumnya tidak diberi warna/ cat, kalaupun ada hanya berupa cat pengilat saja seperti pernis sehingga bahan dasarnya masih terlihat jelas. Benda atau peralatan sehari-hari yang juga dipakai sebagai media penempatan ukiran tradisional Minangkabau adalah benda atau peralatan yang berbahan dasar kayu, bambu, tempurung dan sebagainya.

Bidang besar dan bidang kecil pada dinding rumah gadang


Sabtu, Januari 28

Ukiran

Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya (pada ulasan rumah gadang), selain memiliki gonjong sebagai ciri khasnya, rumah gadang juga dihiasi ukiran. Rumah gadang yang diukir menunjukkan ketinggian martabat kaum yang memiliki rumah gadang tersebut. Jadi tidak semua rumah gadang dihiasi ukiran pada dindingnya.


Ukiran tradisional Minangkabau, motifnya diambilkan dari keadaan alam sekitarnya (flora dan fauna), dan adapula diantaranya yang mengambil motif bentuk makanan seperti saik galamai, belah ketupat, dan ampiang taserak. Pepatah menyebutkan:


Minggu, Januari 22

Rumah Gadang

Rumah gadang merupakan salah satu unsur budaya Minangkabau yang secara lahiriah terlihat dan sekaligus menjadi ciri khas suku Minangkabau. Sebagaimana halnya rumah di sekitar katulistiwa yang dibangun di atas tiang, rumah gadang mempunyai kolong yang tinggi. Atapnya yang melengkung menjulang tinggi membentuk tanduk kerbau, badan rumah berbentuk persegi panjang yang mengembang ke atas manyerupai badan kapal merupakan arsitektur yang khas serta membedakannya dengan bangunan suku bangsa lain di edaran garis katulistiwa tersebut. Karena bentuk atapnya yang bergonjong atau menjulang tinggi dan runcing rumah gadang disebut juga rumah bagonjong.



Rumah gadang merupakan milik kaum atau milik bersama yang dibangun di atas tanah milik kaum secara gotong royong. Membangun sebuah rumah gadang pada masa lalu membutuhkan waktu yang cukup lama, mulai dari proses musyawarah, persiapan dan pengerjaannya serta beberapa upacara yang dilakuakan hingga rumah gadang selesai. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Kebudayaan, 1998: 8).


Sabtu, Januari 14

my e-book

Ukiran Tradisional Minagkabau adalah rancangan buku yang kubuat pada saat Tugas Akhir. Saat ini saya sedang meramunya ke dalam format elektronik (e-book) agar dapat dinikmati lebih luas. Nantinya melalui halaman ini silahkan di download.., :D

Latar belakang:
Ukiran yang menghiasi dinding rumah gadang, dibalik keindahan dan keharmonisannya yang mempesona, tersimpan makna yang menjadi filosofi hidup suku Minangkabau sendiri. Di dalamnya sarat akan pengetahuan yang bermanfaat bila dipelajari meskipun zaman telah berganti.

Kamis, Januari 12

Sosial Budaya

Wilayah suku minangkabau yang berada di Sumatera bagian tengah, meliputi Propinsi Sumatera Barat dan sebagian Propinsi Riau dan Jambi. Pada umumnya orang Minangkabau menyebut daerahnya dengan Alam Minangkabau atau Ranah Minang.



Latar belakang sosial budaya Minangkabau ini diungkapkan dalam tambo. Tambo merupakan kisah yang disampaikan secara lisan oleh tukang kaba yang diucapkan oleh juru pidato pada upacara adat. Orang cenderung membagi tambo dalam dua jenis, tambo alam dan tambo adat.

Senin, Mei 17

Sejarah

Minangkabau, suku di Idonesia yang menganut sistem kekerabatan matrilineal. Di dunia lebih kurang hanya 7 suku yang menganut sistem kekrabatan ini.

Minangkabau lebih dikenal sebagai bentuk suatu kebudayaan dari pada sebagai bentuk negara atau kerajaan yang pernah ada. Dalam sejarahnya wilayah Minangkabau tidak hanya mencakup sumatera barat saja, batas wilayah Minangkabau digambarkan dengan gaya bahasa yang penuh akan kiasan sebagai berikut:

________Dari sikilang aia bangih sampai ka taratak aia itam,
________dari sipisok-pisok pisau hanyuik sampai ka sialang balantak basi,
________dari riak nan badabua sampai kadurian ditakuak rajo.

________Dari sikilang air bangis sampai ke taratak air hitam,
________dari sipisok-pisok pisau sampai ke sialang bersengat besi,
________dari riak yang berdebur sampai ke durian ditekuk raja.

Banyak penulis tambo menafsirkan kalimat itu secara harfiah karena berbagai kata: Sikilang, Air Bangis Taratak, Air Hitam, Sipisok-pisok dan Sialang juga merupakan nama berbagai nagari. Dengan tafsiran itu diperkirakan batas Minangkabau dahulu kira-kira disebelah barat daya ialah Air Bangis sekarang, di sebelah tenggara desa Taratak dekat Teluk Kuantan, di sebelah utara dekat desa Sipisok-pisok sampai ke Sialang dekat perbatasan Riau, dan di sebelah selatan di Pesisir sampai ke desa Durian dekat perbatasan Jambi.

Penulis Tambo lainnya menyesuaikan peta wilayah Minangkabau dengan wilayah masa jayanya dengan mengatakan bahwa nagari (desa kini) yang ditemukan dalam tambo itu merupakan batas wilayah bagian barat,utara dan selatan saja, sedangkan ketimurnya sampai ke seluruh wilayah Riau, bahkan sampai ke Negeri Sembilan di Malaysia sekarang. (Navis, 1984: 53).